Panduan ini adalah panduan untuk memulai ternak lele dengan
teknik organik. Dengan cara ini, cara yang ditempuh tidak terlalu rumit,
dana/biaya yang diperlukan cukup sedikit, dan hasil yang peroleh maksimal
(telah dibuktikan oleh beberapa pembudidaya).
1. PENDAHULUAN
Hal-hal
yang harus dipersiapkan sebelum memulai ternak lele sangkuriang.
- Tentukan
dahulu apa yang akan dilaksanakan, apakah kita akan beternak untuk belajar
(coba-coba) atau mau memulai dengan skala produksi
- Jika
baru pertama dan baru akan mencoba, buat kolam dengan ukuran 2x5x1,5 meter
dengan padat tebar 1000 ekor per kolam. dan buatlah dulu 1 kolam. Hal ini
dimaksudkan untuk memaksimalkan hasil dan meminimalisir kerugian jika
terjadi hal yang tidak diinginkan.
- Cari
suplier/penyedia bibit lele sangkuriang yang bagus. (jangan sampe pas
kolamnya udah jadi baru nyari suplier bibit hehe).
- Jika
sudah pada tahap melanjutkan dan cukup menguasai tentang pembesaran lele
sangkuriang, silahkan buat kolam dengan ukutan produksi/bisnis dengan
ukuran 4x6x1,5meter atau 8x10x1,5meter.
- Setelah
diketahui pada posisi apa kita saat ini, silahkan dilanjut ke panduan
selanjutnya.
2. PERSIAPAN KOLAM
Untuk membuat kolam pembesaran, bisa
menggunakan kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam tembok/Beton.
3. PEMILIHAN BENIH
Selanjutnya
adalah bagaimana mendapatkan bibit/benih lele sangkuriang yang baik. Berikut
cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bibit Ikan Lele Sangkuriang
berkualitas bagus. Untuk mendapatkan bibit ikan lele berkualitas bagus
sebaiknya memperhatikan beberapa hal :
-
Jika memungkinkan, gunakan benih hasil pemijahan
sendiri.
-
Cari tempat membeli bibit/benih Ikan Lele
Sangkuriangyang terpercaya.
-
Pilih Jenis dan
Kualitas Indukan Bibit/benih Lele sangkuriang yang baik. Bibit lele
yang berkualitas biasanya dihasilkan
dari indukan lele yang jenis dan kualitasnya terjamin. Selain pentingnya tata
cara dan perawatan ikan lele, faktor
genetika juga sangat berpengaruh besar dlm pertumbuhan dan daya tahan bibit ikan lele yang akan dibudidayakan, sehingga wajib bagi kita utk mengetahui jenis dan kualitas indukan bibit lele yang akan budidayakan.
-
Perhatikan Kesehatan Bibit/Benih Lele Sangkuriang.
Kesehatan bibit ikan lele merupakan faktor penting dlm memilih bibit lele yang
berkualitas bagus. Meskipun bibit lele dihasilkan dari indukan ikan lele
yang berkualitas namun terkadang tata
cara pemijahan dan perawatan benih stlh
penetasan yang tidak baik mengakibatkan
turunnya kualitas bibit lele. Bibit lele yang
kurus dan hanya besar kepalanya
saja pertumbuhannya akan lambat,
penyebabnya dpt karena penyakit atau ada yang
berpendapat ciri-ciri bibit lele tersebut biasanya berjenis jantan
dan pertumbuhannya lebih lama dari bibit
lele betina.
4. PEMBERIAN PAKAN
Ada banyak
hal yang harus diperhatikan dalam budidaya lele sangkuriang diantaranya adalah
pemberian pakan yang baik. Ada beberapa hal yang penting yang harus diperhatika
dalam pemberian pakan kepada lele. berikut diantaranya:
-
Memberikan PAKAN JANGAN SAMPAI TERSISA, dapat
menimbulkan RACUN
-
Jangan “GANGGU” lele sesaat setelah makan. Bisa
menimbulkan stres, dan pakan bisa dimuntahkan kembali
-
JANGAN BERIKAN PAKAN JIKA MAU TURUN HUJAN
-
JANGAN BERIKAN PAKAN TERLALU PAGI, menimbulkan
penyakit RADANG INSANG
CATATAN PENTING:
Sebelum pakan diberikan kepada lele (Pakan Apung), terlebih dahulu pakan dibibis. Dibibis adalah proses penambahan air pada pakan, sehingga pakan menjadi lebih empuk dan mudah untuk dicerna oleh ikan. Berikut cara MEMBIBIS PAKAN:
1.
Ambil pelet yang akan diberikan dan masukan kedalam
wadah
2.
Ambil air hangan secukupnya,
3.
Aduk pakan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan
air hangat kedalam pakan sampai pakan cukup basah.
4.
Jika pakan sudah cukup basah, hentikan pemberian air
hangat, kemudian biarkan beberapa saat.
5.
Janganj sampai air yang diberikan terlalu basah,
karena akan menyebabkan pakan menjadi hancur.
5. MANAJEMEN AIR
Pemeliharaan/management
air adalah salah satu komponen penting dalam usaha pembesaran lele sangkuriang,
tentu disamping faktor-faktor lainnya. Pada postingan ini saya menggunakan teknik
organik yang diberikan oleh abah nasrudin sebagai panduan. Dengan teknik ini,
kita tidak melakukan penggantian air selama budidaya, ini dapat menghemat
sekaligus mempertahankan kualitas air. Kuncinya adalah perlakuan kolam sebelum
penebaran benih, sebagaimana ditulis dalam posting sebelumnya yaitu penggunaan
kompos dan herbal.
Pemeliharaan air ini memiliki beberapa tahapan diantaranya adalah:
1.
Pengelolaan/Management air saat persiapan kolam
(sebelum tebar bibit)
2.
Pengelolaan/Management air setelah tebar bibit (saat
pembesaran dilakukan)
3.
Pengelolaan/Management air setelah panen
(pemanfaatan air bekas panen)
Pengelolaan/Management
air saat persiapan kolam
Sebelum
dilakukan penebaran bibit, air pada kolam perlu diberikan perlakuakn khusus
agar air memiliki kondisi ideal untuk dijadikan media tumbuh bagi lele.
Untuk
membuat kondisi Air pada kolam menjadi Ideal, kita bisa mengimplementasikan
teknik "Teh celup lele".
Catatan,
anda juga bisa menambahkan probiotik atau garam gosok jika memang diperlukan.
Pengelolaan/Management
air setelah tebar bibit
Pada saat
pembesaran, air harus di kelola agar tetap memenuhi standar kelaikan bagi lele
sangkuriang. Pada saat pembesaran, air ditambahkan ketinggiannya (kedalamnnya)
sesuai dengan perkembangannya, agar ruang lingkup hidup lele sangkuriang cukup
memadai. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
Pada
kegiatan Tata Guna Pakan disebutkan bahwa pemberian pakan terdiri dari 4 tahap:
(L1, PL2, PL3, SNL) hal ini berhubungan dengan sistim penambahan air kolam,
dimana disebutkan bahwa air kolam tidak diganti atau difilter tetapi hanya
dilakukan penambahan, tahapannya adalah:
1.
Pada saat pertama kali benih masuk tinggi air kolam
adalah 50 cm, pakan yang digunakan yaitu L1.
2.
Setelah pakan L1 habis (sesuai dg jatah volume
pakan) maka tinggi air ditambah menjadi 70 cm kemudian berikan pakan jenis PL2.
3.
Setelah pakan PL2 habis tinggi air ditambah lagi
menjadi 90 cm dan pakan menggunakan pakan PL3.
4.
Terakhir setelah PL3 habis tinggi air naik lagi
menjadi 120 cm, pertahankanlah volume air pada ketinggian ini hingga saatnya
panen tiba dan pakan yang digunakan adalah pakan tenggelam (SNL).
Pengelolaan/Management
air setelah panen
Setelah
proses pembesaran dilakukan, dan lele sangkuriang sudah dapat dipanen pada
ukuran yang dikehendaki, air yang dipakai dalam proses pembesaran tidak
perlu dibuang. Air ini bisa digunakan kembali sebagai media pembesaran lele
sangkuriang. kita hanya perlu membersihkan air kolam dari lumpur, atau kotoran
lainnya dengan cara menyaring menggunakan kain kasa atau yang sejenis.
6. PANEN
Pemanenan
budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 kg per
ekor. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu
sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor,
berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan
harus dilakukan dengan hati-hati. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya
disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan
ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan
ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.
Ada satu hal yang tidak boleh di abaikan oleh para pembudidaya lele ketika hendak panen yaitu lele mudah sekali susut bobotnya jika stres, oleh karena itu diperlukan perlakuan yang baik saat panen. berikut beberapa tips yang bisa terapkan (hasil konsultasi sama masternya lele sangkuriang hehe)
Ada satu hal yang tidak boleh di abaikan oleh para pembudidaya lele ketika hendak panen yaitu lele mudah sekali susut bobotnya jika stres, oleh karena itu diperlukan perlakuan yang baik saat panen. berikut beberapa tips yang bisa terapkan (hasil konsultasi sama masternya lele sangkuriang hehe)
1.
Satu minggu menjelang dijual/diangkat/panen, sortir
dulu lele yang kira-kira ukurannya sudah pas untuk di panen, kemudian pisahkan
pada kolam khusus.
2.
Beri pakan seperti biasa supaya lele tidak stress
3.
Ketika akan di angkat/dijual/dipanen, susutkan dulu
airnya (bisa dipindahkan atau dibuang) sampai seukuran betis atau lebih rendah
(supaya gampang ngambil lelenya)
4.
Pindahkan lele secara cepat ke bak penampungan.
usahakan bak penampungan dan pengangkutan terbuat dari bahan yang keras dan
tidak mudah penyok, supaya tidak terlalu berpengaruh pada lele saat dipindahkan
(Gambar Bak pengangkutan ada pada gambar di bawah)
5.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan
lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut.